Bahasan Seputar Kemoterapi

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, kanker menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai oleh setiap orang. Cegah kanker sedari dini dengan jauhi alkohol, rokok makanan berlemak, makanan yang dibakar, rutin olahraga, konsumsi makanan kaya serat, dsb. Namun, ketika kanker telah menyerang, kemoterapi menjadi tindakan yang patut. Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan untuk menghambat pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel kanker yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Pengobatan untuk kanker ini tidak murah, tarifnya jutaan bahkan puluhan juta Rupiah per sesinya tergantung jenis kanker, jenis obat, serta tempat melakukannya. Pengobatan kanker dengan kemoterapi tidak hanya dilakukan sekali, tapi berulang kali (bisa setiap hari, seminggu sekali, atau bisa juga sebulan sekali) selama jangka waktu tertentu tergantung jenis & tingkat keparahan kanker yang diderita. Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan, bagaimana pengobatannya, da nada tidaknya efek samping yang ditawarkan, silakan baca lebih lanjut di bawah.

Apa saja yang dilakukan sebelum kemo?

Seseorang harus menjalani sejumlah tes sebelum melakukan kemo. Tes-tes tersebut di antaranya tes darah, radiologi, dan lain sebagainya. Tes ini diperlukan untuk mengetahui siap atau tidaknya tubuh menjalani kemoterapi, tingkat keberhasilan pengobatan, sekaligus menjadi dasar informasi untuk menentukan metode kemoterapi yang paling sesuai.

Bagaimana pengobatan dilakukan?

Ada beragam cara pengobatan kanker dengan kemoterapi, di antaranya

  • Oral. Pengobatan dilakukan dengan cara memberikan obat entah dalam bentuk kapsul, pil, atau pun sirup pada penderita kanker.
  • Injeksi. Penderita kanker akan mendapatkan pengobatan kemoterapi dalam bentuk injeksi langsung pada bagian otot, bawah kulit, atau lainnya.
  • Infus. Pengobatan kanker dilakukan dengan cara memasukkan cairan yang memerangi sel-sel kanker melalui alat infus.

Adakah efek sampingnya?

Kemoterapi memang salah satu pengobatan kanker yang cukup efektif. Namun, pengobatan ini menimbulkan efek samping bagi pelakunya. Berikut beberapa efek samping kemoterapi:

  • Kerontokan rambut. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami rambut rontok (bahkan sampai botak) tak terkecuali alis & bulu mata. Kerontokan ini biasanya mulai dirasakan antara 2 hingga 3 minggu pasca dimulainya pengobatan kemo. Meski kerontokan ini bersifat sementara karena rambut akan tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai, tetap saja akan menganggu penampilan. Solusinya, gunakan wig atau topi jika tidak percaya diri ke luar rumah.
  • Lemas. Ketika menjalani kemoterapi, tubuh mendadak atau secara perlahan terasa lemas. Lemas yang diakibatkan oleh pengobatan ini biasanya tidak bisa langsung sembuh setelah beristirahat. Biasanya akan berlangsung selama pengobatan. Untuk mengurangi rasa lemas, konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12.
  • Mual & muntah. Mayoritas pasien kemoterapi mengalami mual & muntah pasca melakukan kemoterapi. Untuk mengurangi efek samping ini, bisa konsumsi air jahe untuk menghangatkan perut.
  • Diare. Dalam beberapa kasus, pasien mengalami diare setelah menjalani kemoterapi. Nah, untuk mengurangi diare akibat pengobatan kemo bisa menghindari kafein, aneka kacang, buah kering, dan lain sebagainya. Bisa konsumsi yoghurt murni, telur, dll untuk menambah energi.

Lebih Dekat dengan Penyakit Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan penyakit dimana fungsi ginjal salah satunya sebagai penyaring & pembersih darah dari racun kemudian membuangnya dalam bentuk urine tidak bekerja dengan baik. Walhasil, akan mengalami penumpukan racun dalam tubuh yang bisa membahayakan kesehatan serta komplikasinya. Biaya pengobatan untuk penyakit ini tergolong mahal. Sayangnya, pengobatan untuk mendapatkan kesembuhan total akan sangat sulit jika penyakit ini sudah dalam tahap kronis. Mari lebih dekat lagi dengan penyakit gagal ginjal!

Ciri-ciri

Seseorang yang mengidap penyakit gagal ginjal memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  • Buang air kecil lebih sering tapi sedikit. Pola buang air kecil setiap orang memang berbeda-beda, tergantung dari jumlah & jenis cairan yang dikonsumsi bahkan cuaca. Namun normalnya, frekuensi buang air kecil antara 4 hingga 7 kali sehari. Artinya, patut waspada ketika mondar-mandir ke toilet untuk buang air kecil lebih dari 7 kali apalagi jika kuantitasnya sedikit, tidak tertutup kemungkinan sedang mengidap gagal ginjal.
  • Pembengkakan pada bagian tubuh. Ketika ginjal mengalami masalah, cairan dalam tubuh yang seharusnya dikeluarkan akan menempati bagian-bagian tubuh seperti kaki, tangan, wajah, dan lain sebagainya sehingga terlihat bengkak. Untuk itu, jika bagian-bagian tubuh mengalami pembengkakan yang tak wajar, sebaiknya segera periksakan diri.

Penyebab

Apa yang menjadi pemicu penyakit kritis yang satu ini? Di antaranya:

  • Dehidrasi. Pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan setiap hari yang disarankan yakni minimimal 2 liter per hari. Kekurangan cairan mula-mula akan memicu rasa dahaga & warna urin yang lebih keruh, kemudian mudah lelah, sakit kepala, dsb, dan dampak negatif dehidrasi yang lebih parah adalah terserang gagal ginjal.
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah termasuk pada ginjal mengalami kerusakan. Akibatnya, ginjal mengalami penurunan fungsinya. Oleh sebab itu, selalu jaga tekanan darah agar tetap normal dengan berhenti merokok & minum alkohol, hindari jeroan & makanan tinggi kadar garam, serta olahraga secara rutin.

Pengobatan

Faktanya, penyakit gagal ginjal sulit disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakit sekaligus meredakan rasa sakit yang dialami. Adapun beberapa pengobatan penyakit gagal ginjal, yakni:

  • Cuci darah. Seseorang yang mengalami gagal ginjal bisa lakukan cuci darah. Ada 2 metode yang dilakukan untuk cuci darah yakni hemodialisis (darah dari tubuh pasien akan dialirkan ke mesin penyaring kemudian dimasukkan lagi dalam tubuh) dan peritoneal dialisis (bagian deket pusar akan disayat untuk jalan masuk kateter, yang digunakan untuk memasukkan cairan untuk menarik zat sisa yang kemudian dialirkan ke kantorng khusus untuk dibuang). Pengobatan ini akan dilakukan secara periodik.
  • Transplantasi ginjal. Cara lainnya untuk menangani gagal ginjal adalah mengganti ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan ginjal baru yang lebih sehat dari pendonor yang masih hidup atau sudah meninggal. Resiko komplikasi yang berpotensi dihadapi untuk perawatan emdis ini adalah penolakan tubuh terhadap ginjal baru bahkan sampai dengan kematian.

Uraian di atas menunjukkan betapa mengerikannya jika sudah terserang gagal ginjal. Ketenangan & kebahagiaan dalam menjalani hidup rasanya sulit dicapai. Untuk itu, berusaha menghindari penyakit gagal ginjal sedari sekarang dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menjaga tekanan darah tetap normal, menjaga berat badan, dll.

Mengenal Lebih Dekat Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan jenis penyakit yang menyerang bagian akhir sistem pencernaan. Penyakit kanker usus termasuk salah satu masalah kesehatan yang beresiko besar terhadap keselamatan jiwa manusia. Kanker usus juga tak mengenal umur, 90% rawan terjadi pada usia di atas 60 tahun namun demikian tak menutup kemungkinan juga terjadi pada remaja dan orang dewasa. Ironisnya, jika gumpalan-gumpalan sel kanker sudah menyebar lebih luas maka kemampuan penderita untuk bertahan melawan penyakit sangat minim sekitar 7%. Artinya peluang untuk memperoleh kesembuhan sangat kecil. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai kanker usus, silakan ikuti uraian berikut ini:

Penyebab

Seperti yang terdapat pada uraian di atas bahwa kanker usus bermula terjadi karena muculnya gumpalan sel di dalam usus besar sehingga dalam waktu lama kian menyebar dan tak terkendali. Penyebab gumpalan sel hingga menyebabkan kanker usus sampai saat ini memang belum bisa dipastikan dengan betul. Namun, beberapa faktor berikut dapat menjadi pemicunya:

  • Mengkonsumsi daging merah secara berlebihan
  • Mengabaikan makanan yang tinggi serat
  • Memiliki kebiasaan buruk (keseringan merokok dan mengkonsumsi alkohol)
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes
  • Mengalami sindrom Lynch
  • Merupakan masalah keturunan
  • Melalaikan olahraga, dll

Gejala

Mengenai kanker usus besar, beberapa gejala yang dialami penderita adalah adanya pendarahan yang keluar bersamaan dengan feses, penurunan berat badan secara drastis, perubahan pada tekstur kotoran, kondisi tubuh lelah (berkurangnya daya tahan tubuh), sering terasa nyeri dan kram pada perut, perut terasa kembung, sering buang air besar, hilang nafsu makan, dan konstipasi.  Tidak semua gejala tersebut dialami oleh penderita, meskipun hanya 1 atau 2 tanda-tanda yang didapati bisa jadi merupakan ciri daripada kanker usus. Oleh karena itu, ketika mendapat salah satu dari beberapa gejala di atas, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah terkena serangan kanker, ada masalah lain, atau kondisi baik-baik saja dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tingkat perkembangan kanker

Semakin dibiarkan, kanker usus akan semakin parah. Oleh karenaya diperlukan perawatan medis untuk mendiagnosis tingkat keparahan penyakit yang didapat. Dengan begitu dokter dapat memberikan penanganan yang tepat untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan. Berikut beberapa tahap perkembangan penyakit kanker usus besar:

  • Stadium 1: Kanker dengan stadium awal adalah proses di mana sel kanker mulai tumbuh. Akan tetapi belum begitu meluas karena terlindungi oleh dinding usus.
  • Stadium 2: Ketika sudah masuk ke stasium 2, gumpalan sel kanker mulai menyebar bahkan menembus dinding usus.
  • Stadium 3: Di tahap ketiga sel kanker yang menyebar akan menyerang kelenjar getah bening yang posisinya berdekatan dengan usus besar.
  • Stadium 4: Pada stadium lanjut kanker usus besar merupakan masa yang paling parah setelah tahapan-tahapan sebelumnya, di mana sel kanker telah tersebar luas hingga membahayakan organ tubuh lainnya seperti paru-paru dan hati.

Pengobatan

Pengobatan penyakit kanker pastinya tidak sembarang dilakukan. Dokter akan memberikan perawatan sesuai dengan tingkat stadium yang dialami pasien, baik itu kemoterapi yang menggunakan bantuan obat-obatan, radioterapi dengan memanfaatkan pancaran radiasi, serta operasi yakni pembedahan untuk mengangkat sel kanker.

Begitu membahayakan penyakit kanker usus bagi keselamatan manusia. Walaupun sudah melakukan pengobatan secara intensif dan maksimal, namun kecil kemungkinan untuk sembuh. Oleh karena itu, mari berupaya menghindari penyakit tersebut baik itu dengan cara rutin melakukan olahraga, selalu mengkonsumsi makanan sehat (tinggi serat, vitamin, mineral, dan bebas bahan pengawet), serta menghindari alkohol dan juga rokok.