Monthly Archives: July 2017

Bahasan Seputar Kemoterapi

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, kanker menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai oleh setiap orang. Cegah kanker sedari dini dengan jauhi alkohol, rokok makanan berlemak, makanan yang dibakar, rutin olahraga, konsumsi makanan kaya serat, dsb. Namun, ketika kanker telah menyerang, kemoterapi menjadi tindakan yang patut. Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan untuk menghambat pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel kanker yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Pengobatan untuk kanker ini tidak murah, tarifnya jutaan bahkan puluhan juta Rupiah per sesinya tergantung jenis kanker, jenis obat, serta tempat melakukannya. Pengobatan kanker dengan kemoterapi tidak hanya dilakukan sekali, tapi berulang kali (bisa setiap hari, seminggu sekali, atau bisa juga sebulan sekali) selama jangka waktu tertentu tergantung jenis & tingkat keparahan kanker yang diderita. Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan, bagaimana pengobatannya, da nada tidaknya efek samping yang ditawarkan, silakan baca lebih lanjut di bawah.

Apa saja yang dilakukan sebelum kemo?

Seseorang harus menjalani sejumlah tes sebelum melakukan kemo. Tes-tes tersebut di antaranya tes darah, radiologi, dan lain sebagainya. Tes ini diperlukan untuk mengetahui siap atau tidaknya tubuh menjalani kemoterapi, tingkat keberhasilan pengobatan, sekaligus menjadi dasar informasi untuk menentukan metode kemoterapi yang paling sesuai.

Bagaimana pengobatan dilakukan?

Ada beragam cara pengobatan kanker dengan kemoterapi, di antaranya

  • Oral. Pengobatan dilakukan dengan cara memberikan obat entah dalam bentuk kapsul, pil, atau pun sirup pada penderita kanker.
  • Injeksi. Penderita kanker akan mendapatkan pengobatan kemoterapi dalam bentuk injeksi langsung pada bagian otot, bawah kulit, atau lainnya.
  • Infus. Pengobatan kanker dilakukan dengan cara memasukkan cairan yang memerangi sel-sel kanker melalui alat infus.

Adakah efek sampingnya?

Kemoterapi memang salah satu pengobatan kanker yang cukup efektif. Namun, pengobatan ini menimbulkan efek samping bagi pelakunya. Berikut beberapa efek samping kemoterapi:

  • Kerontokan rambut. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami rambut rontok (bahkan sampai botak) tak terkecuali alis & bulu mata. Kerontokan ini biasanya mulai dirasakan antara 2 hingga 3 minggu pasca dimulainya pengobatan kemo. Meski kerontokan ini bersifat sementara karena rambut akan tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai, tetap saja akan menganggu penampilan. Solusinya, gunakan wig atau topi jika tidak percaya diri ke luar rumah.
  • Lemas. Ketika menjalani kemoterapi, tubuh mendadak atau secara perlahan terasa lemas. Lemas yang diakibatkan oleh pengobatan ini biasanya tidak bisa langsung sembuh setelah beristirahat. Biasanya akan berlangsung selama pengobatan. Untuk mengurangi rasa lemas, konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12.
  • Mual & muntah. Mayoritas pasien kemoterapi mengalami mual & muntah pasca melakukan kemoterapi. Untuk mengurangi efek samping ini, bisa konsumsi air jahe untuk menghangatkan perut.
  • Diare. Dalam beberapa kasus, pasien mengalami diare setelah menjalani kemoterapi. Nah, untuk mengurangi diare akibat pengobatan kemo bisa menghindari kafein, aneka kacang, buah kering, dan lain sebagainya. Bisa konsumsi yoghurt murni, telur, dll untuk menambah energi.